Mengawali Tidak Selalunya BAIK





 

 

MENGAWALI TIDAK SELALUNYA BAIK

Wishnu Sunu/Travel Blogger

 

Napoleon Hill pernah berucap, “Jangan Menunggu! Taka da waktu yang tepat untuk memulai. Mulailah dari titik dimana Anda berdiri dan kamampuan yang Anda miliki. Kemampuan yang lebih baik akan muncul dalam perjalanan.”.

2014, awal dari saya mengenal tentang pendakian dan jalan-jalan. Seperti yang dikatakan Napoleon diatas, awal kali saya mendaki gunung tidak memiliki banyak ilmu apa itu survival, bagaimana cara mendirikan tenda dan apa itu mendaki. Dibenak saya mendaki hanyalah berjalan naik kedataran tinggi yang dimana tujuannya adalah puncak, tidak ada dibenak saya ap aitu tenda, carrier, sepatu gunung, jaket tebal khas pendaki gunung dengan berbagai merk, kompor, nesting dan perlengkapan lainnya. Saya hanya bermodalkan uang Rp.200.000 untuk pendakian pertama saya, itu adalah uang yang lumayan dari anak kelas 1 SMA. Di pendakian pertama ini yaitu di Gunung Ungaran.


                                             

Banteng Raider – Puncak Gunung Ungaran

 

              Pendakian pertama saya berisikan 5 orang, dimana saya hanya mengandalkan teman dari kakak saya sebagai pembimbing dan pendamping sekaligus sebagai porter saya. Tidak lah tinggi gunung ungaran, berketinggian 2050 mdpl dengan track bebatuan pegunungan dan pemandangan kebun teh dan kebun kopi.

              Hal paling ditakuti oleh pendaki pemula bagi saya yaitu ijin dari orang tua. Karena baru pertama kali naik gunung dan tidak ada rekam jejak keluarga saya yang hobi naik gunung maupun traveling. Jadi agak susah bagi saya untuk meminta ijin. Saya ada beberapa tips bagi kalian yang berkeinginan berkegiatan dialam bebas namun mengalami kesusahan dalam perijinan.

1.       Pastikan tujuan jelas

Jelas dalam artian gunung mana yang akan di naikin, berapa orang yang akan bersama dalam pendakian, berapa hari akan melakukan pendakian

2.       Mendaki dengan orang yang lebih dewasa dan dikenal oleh orang tua

Ajak orang yang lebih dewasa dalam pendakian awal, karena orang tua pasti khawatir kepada kita ketika berkegiatan dialam bebas tanpa ditemani oleh orang yang lebih dewasa. Ada poin lebih ketika yang kita ajak adalah orang yang juga kenal dengan orang tua, karena pasti orang tua sudah kenal secara pribadi siapa yang kita ajak.

3.       Mendaki dengan uang sendiri

Masih banyak pendaki pemula atau pendaki yang sudah lama, melakukan pendakian dengan meminta uang kepada orang tua. Alangkah baiknya menggunakan tabungan sendiri dengan meyisihkan uang jajan sehari-hari. Ketika kita melakukan pendakian meminta uang kepada orang tua, pasti orang tua akan berfikiran bahwa kita hanya bersikap boros dengan meminta uang hanya untuk berjalan-jalan.

Gunung ungaran walaupun tidak tergolong gunung yang tinggi, namun pemandangannya sangaaaaat bagus. Tidak kalah dengan gunung merbabu ataupun gunung Merapi disebelahnya.


 


              Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2050 mdpl bertipe stratovolcano yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung Ungaran sendiri memiliki 3 Puncak yaitu Gendol, Botak, Ungaran. Puncak tertingginya adalah Ungaran. Dari puncak gunung ketika ketika melihat SISI UTARA dapat melihat Kota Semarang dan Laut Jawa. Ketika melihat SISI SELATAN kita dapat melihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi,  Gunung Telomoyo, dan Rawa Pening. Jika kita melihat ke SISI BARAT maka akan melihat Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Sikunir, Gunung Slamet. Jika kita melihat SISI TIMUR maka akan melihat Gunung Muria yang dilihat seperti negeri diatas awan seperti serial film Kera Sakti.


                                            

Banyak hal yang saya dapatkan dipendakian pertama saya. Saya pikir mendaki adalah hal sederhana dan mudah dengan perlengkapan seadanya. Namun setelah melakukan pendakian pertama ini, mental fisik dan logistic sangatlah penting dalam kegiatan dialam ini.

Sekian dari cerita MENGAWALI TIDAK SELAMANYA BAIK.

Terima Kasih dari saya

Salam Lestari











Komentar

Posting Komentar