KENAPA HARUS PHOTOGRAPHY?

 

KENAPA HARUS PHOTOGRAPHY?

Pepatah dari Cina yang berbunyi

“buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.”

Banyak tidak percaya bahkan bahwa pepatah itu hanyalah sebuah kata yang tanpa arti. Ada juga orang yang percaya akan pepatah itu. Seperti halnya saya. Seperti judul dari tulisan ini, kenapa harus photography? Bermula dari hanya hobi dari kecil sudah memegang kamera analog bapak. Ya. Bapak adalah seorang photographer lama ditahun 80an hingga 90an. Beliau dijaman dulu hanyalah photographer desa ke desa. Hanya mendapatkan pekerjaan memfoto dinikahan orang, acara rapat, atau hajat dari orang yang tergolong “berada”. Karena menyewa seorang photographer dijaman 80an sedikit mahal dan hanya orang “berada” yang sering menggunakan jasa photographer. Hanya berbekal kamera Ricoh dengan klise hitam putih, bapak pindah dari desa ke desa lain, dari acara ke acara. Beliau berhenti menjadi photographer karena harus mengabdikan dirinya kepada negara untuk mencerdaskan anak bangsa dibangku sekolah dasar. Tidak mungkin bisa membagi waktu antara mengabdi dan menjadi photographer.


Antara percaya dan tidak dengan pepatah tersebut.

Pada dasarnya sebuah passion akan terbentuk dari apa yang sering kita lakukan dan kebiasaan lah yang membangun sebuah passion tersebut.

Bermula dari keisengan membuat video dokumentasi ketika SMA, dimana tujuannya hanya untuk membuat suatu kenangan dalam bentuk video dan foto. Bermodalkan handphone dengan tambahan lensa eksternak fish eye. Hingga ketika masuk di bangku kuliah menemukan teman dengan hobi yang sama dan ilmu yang lebih daripada saya. Dalam prinsip saya yang saya anut, jangan sampai ketika hidup itu mencuri, tetapi berbeda dengan “mencuri ilmu”. Karena menurut saya mencuri ilmu dengan orang yang lebih dari kita dan memiliki kemampuan itu bisa dibilang “diperbolehkan”.


Diatas merupakan video editan pertama saya yang bisa dibilang terstruktur dengan rapi. Dengan menjadi editor ataupun menjadi photographer ataupun videographer, kita dapat mengeksplor imajinasi kita dalam bentuk visual. Capek? Pasti, namun disetiap capeknya itu selalu mendapatkan kepuasan tersendiri yang susah di rupiahkan.

Prinsip dari saya sendiri, gear atau kamera penting banget buat seorang yang terjun ke dunia Photography maupun Videography. Tetapi jangan pernah melupakan apa itu kemampuan dan insting ketika menggunakan kamera. Mau kamera semahal apapun dengan spek paling bagus tetapi tidak ada skill dan insting, kamera itu akan menjadi kamera biasa dengan spesifikasi jauh dari kamera bagus tersebut.

Semua orang bisa menjadi Photographer

Semua orang bisa menjadi Videographer

Semua orang bisa menjadi Editor

Kembali ke niat dan keinginan untuk belajar

MAKE IT MATTER.






Komentar